Budak 3 Tahun Mati Dihempap Televisyen

JOHOR BAHRU 19 Jan. – Seorang kanak-kanak perempuan berumur tiga tahun meninggal dunia selepas dihempap televisyen berukuran 24 inci di rumahnya di Bandar Putra, Kulaijaya, dekat sini, malam tadi.

Ketua Polis Daerah Kulaijaya, Supt. Zulkefly Yahya berkata, kejadian berlaku kira-kira pukul 9.40 malam ketika mangsa, Cyndi Yeo, sedang menonton berseorangan di dalam bilik belakang di rumah tersebut.

"Kejadian disedari bapanya, Yeo Sung Wah, 38, yang terdengar bunyi sesuatu benda terjatuh di dalam bilik berkenaan dan disusuli jeritan anak perempuannya itu,” katanya ketika dihubungi.

Beliau berkata, Sung Wah yang ketika itu berada di ruang tamu terus bergegas ke bilik berkenaan lalu menemui anaknya yang tertiarap dihempap televisyen tersebut.

Katanya, Sung Wah yang merupakan seorang peniaga terus membawa Cyndi ke Hospital Kulai dan kanak-kanak tersebut disahkan meninggal dunia di hospital berkenaan pada pukul 12.20 malam tadi selepas kecederaan teruk di kepala.

Cyndi katanya, dipercayai tertarik wayar televisyen tersebut menggunakan kakinya yang menyebabkan televisyen itu terjatuh dari rak sebelum menghempap kanak-kanak itu.

Kes itu diklasifikasikan sebagai mati mengejut, katanya.

22 Perkara Berkaitan Pendidikan Anak-Anak

Ibu bapa yang matang harus tahu bagaimana cara untuk membentuk anak-anak mereka. Dalam hal ini ibu bapa harus bersepakat mendidik dan mewarnai hidup anak-anak. Hendaklah perlakuan ibu bapa yang menjadi contoh kepada anak-anak seragam tanpa ada perbezaan.

Anak-anak akan menjadi keliru jika ibu bapa mempunyai pandangan yang berbeza dalam mendidik mereka. Jangan ada pandangan yang berbeza antara ibu dan bapa. Misalnya, si ibu menentang sesuatu yang anak lakukan sedangkan si bapa membenarkan. Ibu bapa juga harus berwaspada dengan perlakuan datuk dan nenek atau saudara-saudara yang lain yang berlawanan dengan perlakuan ibu bapa. Kerana ia boleh meruntuhkan cara pendidikan yang telah diberikan oleh ibu bapa kepada anak-anak.

Untuk mendidik anak-anak dengan cara penampilan yang baik, ada beberapa perkara yang harus diamalkan:

1) Biasakan anak-anak menyebut nama Allah s.w.t. ketika mulai makan dan minum serta bersyukur kepada Allah s.w.t. sesudah selesai makan.

2) Jangan biarkan makan terburu-buru, biasakan anak-anak mengunyah makanan dengan baik.

3) Biasakan anak mulakan makan makanan yang berada paling dekat di depannya.

4) Biasakan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

5) Biasakan anak makan dengan wajar dan jauhkan daripada sifat rakus.

6) Biasakan anak membuang hingus dengan tangan kiri, begitu juga jika membuang kotoran.

7) Jangan biarkan anak menghisap jari dan menggigit kuku.

8) Hendaklah membiasakan dia memberi dan menerima makanan dengan tangan kanan.

9) Jangan biasakan anak memakai baju atau seluar yang pendek, sebaliknya biasakan anak-anak menutup aurat sejak mereka masih kecil lagi.

10) Jangan biasakan anak tidur tertiarap.

11) Biasakan anak makan roti kering tanpa kuah sehingga dia tidak menganggap kuah itu sebagai suatu keharusan.

12) Biasakan anak memberus giginya ketika bangun tidur di waktu sesudah makan dan di waktu hendak tidur.

13) Biasakan anak mengucap dua kalimah syahadah dan mengulang-ulangnya beberapa kali setiap hari.

14) Biasakan anak membaca alhamdulillah setiap kali bersin.

15) Suruh anak menutup mulut setiap kali menguap (sangap).

16) Biasakan anak berterima kasih di atas kebaikan orang lain.

17) Biasakan anak berjalan di jalan yang telah disediakan. Larang ia bermain-main di jalan raya kerana ini amat merbahaya dengan kehadiran kenderaan yang lalu-lalang.

18) Jangan biarkan anak melemparkan kekotoran di jalan tetapi suruh ia meyingkirkan gangguan seperti duri, batu, kaca dan sebagainya.

19) Suruh dia mengucap salam dengan sopan kepada sesiapa yang ditemuinya serta menjawab salam cara sopan.

20) Hendaklah anak menghormati milik orang lain dan jangan biarkan dia mengambil barang permainan orang lain.

21) Jangan ibu bapa bertengkar di hadapan anak kerana sikap ini menghilangkan wibawa orang tua di mata anak mereka.

22) Biasakan anak menjawab azan, mengucap selawat kepada Nabi s.a.w. sesudah azan dan doa memohon wasilah bagi Nabi.

Perkara ini hendaklah dilakukan selalu agar anak-anak terbiasa dengan perkara-perkara yang baik.Untuk membiasakan didikan-didikan di atas, ia memerlukan kesefahaman, kesepakatan dan kerjasama antara ibu bapa. Kita sudah sepakat dan saling bekerjasama untuk menerapkan didikan tersebut ke atas diri anak kita sejak anak itu kecil lagi, iaitu ketika umurnya antara tujuh sehingga 14 tahun.

Ini adalah masa yang terbaik ibu bapa mendisiplinkan anak-anak. Insya-Allah anak kita akan menjadi anak yang sejuk mata memandang dan menjadi pemimpin pada orang-orang yang beriman kelak. Seterusnya untuk menjadikan anak kita cemerlang, gemilang dan terbilang.

REHLAH KELUARGA

SALAM SEJAHTERA
MENIKMATI MAKAN TENGAHARI... SEDAPNYA..
SEMBAHYANG DI MASJID TERAPUNG JALAN KE BATU FERINGGHI
SERONOK MEREKA DENGAN MAKSUNYA

Mereka Yang Didoakan Oleh Para Malaikat

Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28)

Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Shahih Muslim no. 469)

3. Orang – orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang – orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (kelangit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang – orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang makan sahur” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan diwaktu malam kapan saja hingga shubuh” (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

DiRangkum dari Buku Orang – orang yang Didoakan Malaikat,
Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.